Kisah Nyata,Aku Duduk Menangis,Berlutut Di Depan Ka’bah,Makkah

Kisah Nyata,Aku Duduk Menangis,Berlutut Di Depan Ka’bah,Makkah


Artikel bagus ini saya share dari teman facebook bernama
Ustazah Larisa Chou Cuma tidak dinyatakan siapa penulis asalnya. Tapi tak mengapalah kita do'akan saja semoga penulisnya mendapat kebaikan pahala dan rahmat dari Allah SWT dan juga kepada Ustazah Larisa Chou, Aamiin Allahumma Aamiin,
<img src="#Featured.jpg" alt="Kisah Nyata,Aku Duduk Menangis,Berlutut Di Depan Ka’bah,Makkah ">


Aku sudah lulus dari Kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi Aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karier memalingkan Aku dari segala hal yang lain. Hingga Aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah Aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.

Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy Kad Pengenalan( I/C | KTP) untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia (ibunya)mengeluarkan photo copyan I/C ku. "Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di
I/C itu benar"?

Aku menjawab: "Benar".

Lalu ia berkata: "Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun"?!

Aku menjawab: "Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun".

Ibunya berkata lagi: "Iya, sama saja.Usiamu sudah lewat 30 tahun.

Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu".

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.

Akhirnya Aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah Umrah bersama ayahku, supaya Aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.
Akupun pergi ke Makkah.

Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai Shalat, Aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.

Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)
“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(AlQur'an,Surah An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.
Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.

Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah itu:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(AlQur'an Surah,Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah Aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual Umrah selesai, Aku kembali ke Cairo, Mesir.

Di pesawat Aku duduk di sebelah kiri Ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di Airport, Akupun turun.

Di ruang tunggu Aku bertemu suami salah seorang temanku.

Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke Airport?

Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang Aku tumpangi.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.

Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan Ayahku tadi.

Selanjutnya Aku berlalu dengan Ayahku…..

Baru saja Aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asyik-asyik istirahat, temanku yang suaminya tadi Aku temui di Airport menelphonku.

Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.

Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.

Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah Aku bayangkan ini.

Lalu Aku meminta pertimbangan Ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.

Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.

Boleh jadi dengan cara itu Allah SWT, memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..Aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.

Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.

Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan ke-optimisan dan kebahagiaan.

Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.

Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang Subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.

Perasaanku mulai diliputi kecemasan.

Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada Dokter pakar kandungan.

Aku khawatir kalau-kalau Aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang Dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.

Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya Aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, kerana hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, Anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun Aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.

Barangkali kerana Aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, Aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang Aku kandung.

Kerana apapun yang dikaruniakan Allah Ta'ala kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali Aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, Dokter itu menjawab:
Itu kerana kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun...

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.

Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.

Setelah Aku sadar, Dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang Aku harapkan.

Aku menjawab bahwa Aku hanya mendambakan karuniaan Allah.

Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Lelaki atau perempuan akan Aku sambut dengan beribu kesyukuran.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:
“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak faham apa gerangan yang ia bicarakan.

Dengan penuh penasaran Aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah SWT, telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang lelaki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya Dokter itu tahu kalau Aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya Aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas Aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah itu:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (AlQur'an, Surah,Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )
“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (AlQur'an,Surah,Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdo'alah dengan hati penuh yakin bahwa Allah SWT, tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.

Jazaakumullahu Khairan,

Rasulullah SAW bersabda :"Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, Maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
(Hadis Riwayat. Al-Bukhari)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
WallahuA'lam,

Kredit Ilustrasi Photo; FB Page,HusnulKhatimah

    Related Post;

Makna Disebalik Isyarat Tangan "Satanic Hands Signs "& "The Brotherhood Freemason "
Kitab Bustan AsSalatin ArRaniry;Manuskrip Kuno yang Menguak Nusantara Adalah Negeri Masyhur Sebelum Era Penjajahan
Mengapa Rakyat Dan Negara Saudi Arabia Bisa Kaya Raya dan Makmur?Apa Rahasianya
PERINGATAN ALLAH SWT DAN PESAN SPIRITUAL DISEBALIK BERLAKUNYA GEMPA & TSUNAMI

Share this: