The Lippo Way!Islam in Indonesia is Destructed Systematically Through The Health World.Beware!

The Lippo Way!Islam in Indonesia is Destructed Systematically Through The Health World.Beware!


<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way!Islam in Indonesia is Destructed Systematically Through The Health World.Beware! ">

Christianization Robs The Country's Budget.

Upaya kerja-kerja kotor terancang dan sikap tamak,rakus James Riyadi untuk merebut semua peluang bisnis dan memonopolinya semakin terbongkar ke publik..

Kasus terbaru yang dibongkar oleh
Prof. Dr. Zainal Muttaqin, SpBs tentang upaya James Riyadi via UPH (Universitas Pelita Harapan) dan Hospital Siloam (milik Lippo Group) untuk menguasai bidang Bisnis Pendidikan Kedoktoran dan Pelayanan Kesehatan Indonesia dari HULU sampai dengan HILIR, dengan memanfaatkan APBN(The Country's Budget),melalui KEKUASAAN POLITIK/PEMERINTAHAN dan WANG.

(Kumpulan pengalaman pribadi dan informasi yang diharapkan bermanfaat untuk melawan Gurita Kekuasaan dan Bisnis yang Anti Islam)

BACA JUGA
The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[1]
The Lippo Way ! By John[12]The End



Kumpulan pengalaman pribadi dan informasi yang diharapkan bermanfaat untuk melawan Gurita Kekuasaan dan Bisnis yang Anti Islam

1-Sampai saat ini, Program Studi Pendidikan Doktor Spesialis (Prodi PPDS) hanya dimiliki oleh Faculty of Doctorate University Negeri dengan Akreditasi A.
Demi menjaga mutu dan kualiti, prosedur pengusulannya harus melalui Kolegium masing-masing bidang spesialis, dan Konsil Kedoktoran,serta proses pengampuan, sebelum memperoleh izin dari Direktorat Jenderal Dikti.

Pada bulan Desember 2009, Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf (Perspebsi) tiba-tiba diundang Dikti untuk menilai Usulan Prodi PPDS Bedah Saraf University PelitaHarapan(UPH) (Proposal ini BISA sampai ke Dikti tanpa lewat/tanpa rekomendasi dari Kolegium dan Konsil Kedoktoran).

Saya(
Prof. Dr. Zainal Muttaqin, SpBs)yang ditunjuk untuk mewakili Perspebsi(Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf) waktu itu, dengan argumentasi yang kuat, meminta Dikti untuk menolak usulan tersebut.

(Satu minggu sebelum penilaian tersebut, beberapa pimpinan
Faculty of Doctorate(FK)Universty Pelita Harapan, bahkan dari Rektoratnya mencoba menemui saya dan saya tolak).
Dan tahun 2013, terulang lagi, kami dari Kolegium Bedah Saraf dipanggil oleh Konsil Kedoktoran (KKI) terkait masuknya proposal Prodi PPDS Bedah Saraf UPH (tanpa lewat Kolegium). Proposal tersebut akhirnya ditolak dan tidak diteruskan ke Dikti.
Pada bulan Juli 2017, baru-baru ini, Mochtar Riyadi(Bapaknya James Riyadi) datang dan 'silaturahmi' ke Rektor UNPAD (dan juga ke beberapa University Negeri lain dalam beberapa minggu ke depan)

Pada saat yang bersamaan, Dekan Fakulty Kedoktoran UNPAD mengundang beberapa Ketua Prodi PPDS (termasuk Jantung, Bedah Saraf, Bedah, dan Penyakit Dalam) untuk bersedia Mengampu Prodi-Prodi terkait di UPH (Pendekatan Lewat Kekuasaan)
BACA JUGA
The Lippo Way!The Dark Side of James Riady[1]
The Lippo Way![2]James Riady China's Military Intelligence Agency[The End]
<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way!Islam in Indonesia is Destructed Systematically Through The Health World.Beware! ">

2-Sejak 2015-2016, Mochtar dan James Riadi menemui Gubernur Jawa Timur(Jatim) Soekarwo, meminta izin untuk mendirikan 40 Hospital Siloam di Jawa Timur dengan kompensasinya akan membangun beberapa ratus Puskesmas(PusatKesehatanMasyarakat) di JawaTimur. Usaha seperti ini pasti TIDAK HANYA di Jatim saja. Kita semua tahu bahwa pelayanan kesehatan yang akan datang, sepenuhnya akan dijamin oleh negara, dengan APBN/JKN.

Bila terlaksana, maka akhirnya mereka(The Lippo Group) akan masuk dan mengatur sistem rujukan, dan Hospital Daerah(dengan para spesialis yang sebagian besar Muslim) akan mengelola pasien yang tidak mampu saja, dan Hospital Siloam akan menerima rujukan pasien-pasien yang mampu/kaya.


3- Info Valid dari sahabat saya Imam Prasojo Ph.D (putra Alm. Bp. Sudjoko Prasodjo,Tokoh Kahmi), tentang sahabatnya dari USA, yang ditawari untuk jadi Direktur di Siloam Group, dan yang bersangkutan 'Menolak' tawaran tersebut, kerana harus menandatangani klausul:
"WAJIB IKUT MENYEBARLUASKAN AJARAN NASRANI/INJIL"

 
4. Melihat urutan no. 1 dan 2 diatas, bisa disimpulkan adanya usaha jangka panjang melalui pendekatan Kekuasaan dan Uang, untuk Membangun Bisnis Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan di Indonesia, dari hulu s.d hilir, dan sebagai Umat Islam, apalagi tokoh/ilmuwan/pimpinan lembaga negara harus benar-benar memahami upaya jahat dan terancang tersebut agar tidak masuk perangkap,bahkan ikut memudahkan upaya jahat tersebut.
Semoga bermanfaat, Aamiin
(Via Prof. Dr. Zainal Muttaqin, SpBs)

Share this: