The Lippo Way! James Riyadi & Taipan Mafia Work Together to Drop Soeharto

The Lippo Way! James Riyadi & Taipan Mafia Work Together to Drop Soeharto


<img src="The Lippo Way! James Riyadi.jpg" alt=" The Lippo Way! James Riyadi & Taipan Mafia Work Together to Drop Soeharto ">
Prakata;
Artikel ini adalah sebagian dari hasil tulisan
Sri Bintang Pamungkas yang dikenal sebagai tokoh pergerakan, reformis, politikus, aktivis, dan juga orator hebat di masa penggulingan Soeharto.Di regim Soeharto, dia pernah ditahan dengan tuduhan makar(kudeta)
  • Sri Bintang Pamungkas ditahan dua kali dengan tuduhan makar
  • Sri Bintang Pamungkas sering serukan Cina akan menguasai Indonesia
Untuk kedua kalinya,di dua pemerintahan yang berbeda,(Era Soeharo dan Jokowi) Sri Bintang Pamungkas ditangkap dengan alasan yang sama: makar.

Pada era Soeharto,Sri Bintang Pamungkas, dianggap subversif dan melanggar Undang-undang Anti Subversif dengan membentuk Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) pada Mei 1996. Partai itu didirikan oleh Sri Bintang sebagai bentuk perlawanan kepada pemerintah. Soeharto tak terima. Sri Bintang mendekam di penjara selama satu tahun 20 hari terhitung sejak Mei 1997. Saat itu usianya 51 tahun.
BACA JUGA

The Lippo Way!The Dark Side of James Riady[1]
The Lippo Way![2]James Riady China's Military Intelligence Agency[The End]

Dan pada era Jokowi Sri Bintang Pamungkas,ditangkap bersama delapan orang lagi aktivis diantaranya(Ahad,04 Desember 2016);Rachmawati SukarnoPuteri.Kivlan Zein(mantan JenderalTNI)Ratna Sarumpet(Aktivis) Jamran dan Rizal Kobar(Aktivis Kobar)Ahmad Dhani(pemuzik)delapan tersangka yang dijerat dengan pasal makar,hanya Sri Bintang Pamungkas yang ditahan. Aktivis senior ini pun keberatan dengan perlakuan tersebut.


Sri Bintang Pamungkas,adalah saksi hidup kejatuhan Presiden Soeharto dan beliau menyaksikan secara jelas bagaimana tindakan James Riyadi berpakat dengan para Taipan Mafia dan Jenderal-Jenderal Merah untuk menjatuhkan Presiden Soeharto. Mari kita simak tulisannya,

<img src="The Lippo Way! James Riyadi.jpg" alt=" The Lippo Way! James Riyadi & Taipan Mafia Work Together to Drop Soeharto ">
Pada hari Juma'at itu Jaksa Suriansyah menjemput aku di Rutan Kejagung,(Rutan-Rumah Tahanan/Kejagung-Kejaksaan Agung) tanpa memberitahu lebih dulu, untuk memindahkanku ke Lapas(Lembaga Pemasyarakatan/Penjara Cipinang. Katanya Kasasiku ditolak, sehingga Putusan untukku 34 bulan ditahan sudah berkekuatan hukum tetap. Aku menolak pergi..alasanku Putusan Kasasi belum aku terima, dan aku bukan Ayam yang bisa dibawa ke sana-ke mari. Aku suruh dia pulang hari Isnin...sel Rutan pun aku gembok dari dalam.
(Jaksa sama dengan Pendakwa Raya di Malaysia/Prosecutor)

Isnin 5 Mei 1997 itu Suriansyah datang lagi. Aku tidak bisa mengelak,barang-barangku pun sudah aku pack. Mobil "jurangas"(Kenderaan Black Maria/Malaysia) dengan terali besi dan 3 orang Polisi bersenjata laras pun sudah siap.

Sebelum masuk mobil pesakitan,aku berpidato sebentar di depan para wartawan yang datang meliput: "..Nanti akan kita saksikan bersama, Soeharto akan tersungkur oleh sebab perbuatannya sendiri... Merdeka!"

Dua polisi bersenjata duduk bersamaku di belakang..satu di depan bersama sopir. Sesampai di Cipinang, Kalapas(Ketua Penjara)menawariku beberapa tempat "sel". Akhirnya dia menempatkanku di Blok "sel" F, bersama Oki, Pembunuh 3 orang di AS...Pak De, Pembunuh Detje...dan Dua Tokoh Kasus Talangsari di kiri-kananku..Aku sendiri menempati Sel bekas Novelis Arswendo  Atmowiloto bersama Pembunuh Preman Kampung Rambutan..yang kemudian menjadi tukang cuci pakaianku.

Tanggal 12 Mei 1997,Petugas Keuangan UI(Universitas Indonesia) datang membawa Surat Pemecatan PNS-ku dari Wardiman.Sekaligus meminta kembali gaji bulan Mei yg sudah telanjur dibayarkan pada tgl 1 kemarinnya. Aku minta isteriku untuk mengembalikannya.

Sebulan lebih kemudian, tepatnya pada 23 Juni.Nilai Rupiah mulai jatuh dibanding Dollar,dari 2.450 menjadi di sekitar 2.500 pada pertengahan Juli. Jatuhnya Rupiah itu terus-menerus berlangsung dari hari ke hari.

Sekitar September Rupiah sudah menembus 4.000 menuju 7.000-an pada Desember.Krisis moneter sedang berlangsung.Soeharto kebakaran jenggot, Menteri Kewangan Mar'ie panik, Gubernur BI(Bank Indonesia) Djiwandono pucat.
<img src="The Lippo Way! James Riyadi.jpg" alt=" The Lippo Way! James Riyadi & Taipan Mafia Work Together to Drop Soeharto "> Washington, DC sudah menyiapkan jurus terakhir untuk mendepak Soeharto. Rancangan Bill Clinton dan James Riady (Lippo Group)sudah dirasakan sukses.
Tinggal George Soros nanti yang melakukan "the final blow". Pada Januari 1998 Rupiah sudah di ambang 10.000.bahkan pada 27 Januari sempat menyentuh 17.000!!
..Sri Bintang Pamungkas/Image by Google

BACA JUGA
Milisi Cina 'Poh An Tui’ Pengkhianat Justru Dicitrakan Sebagai Lasykar Pro Republik
"GERAKAN TUWAI" TANGKAP & USIR WARGA ASING ILEGAL@CHINA Masuk Indonesia
"GERAKAN TUWAI" TANGKAP & USIR WARGA ASING ILEGAL@CHINA Masuk Indonesia[2]                                       
Menteri Kewangan USA,Laurent Sumner dikirim ke Jakarta,juga mantan Wakil Presiden USA Walter Mondale dan Menteri Pertahanan William Cohen.Soeharto diperingatkan untuk mundur.Tapi Presiden Soeharto masih keras kepala.Soeharto pergi ke Timur Tengah,lalu ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Organisasi2 Islam(OIC).Sebelum pergi, sempat menaikkan harga minyak yang membikin kesulitan rakyat.

Sementara itu, perekonomian tambah kacau.Yaitu,sejak kesepakatan antara Bill Clinton dan James Riady di Lippo Cikarang, sesudah Konferensi APEC di Bogor, 1994, James Riyadi menggalang para Taipan Mafia untuk bersama-sama menjatuhkan Soeharto.Sesuai dengan senario Clinton dan IMF. Mereka tahu Hutang Luar Negeri Swasta sudah melampaui Hutang Pemerintah. Maka mereka menggunakan alasan Pembayaran Kembali Hutang yang Jatuh Tempo untuk menarik Dollar. Dollar hilang dari pasaran dalam negeri, sehingga harganya naik.

Akibatnya berlanjutan dengan hilangnya barang-barang import,termasuk barang-barang industri, konsumsi, bahkan bahan-bahan pokok, seperti beras dan lain-lain Sembako(Sembilan bahan Pokok). Inflasi tak terkendali terjadi.
Seorang Ibu yg menggendong bayinya dari Subang, salahsatu lumbung padi Jawa Barat,berjalan kaki ke Pamanukan untuk mencegat Truk Pengangkut beras,terpaksa pulang kembali tanpa hasil.

Orang pun takut, Rupiah mereka tidak ada harganya.Mereka menarik kembali simpanannya di Bank.Suku bunga pun ikut naik.Projek-projek pun terhenti pembangunannya,mangkrak. Pinjaman kredit bank-bank pun menjadi macet.Pabrik-pabrik pun tutup dan berbagai usaha pun bangkrut.tak ada cash inflow.

Situasi bertambah kacau dengan ditutupnya 16 Bank kecil-kecil Keluarga dan Kroni Cendana. Orang pun menyerbu bank-bank untuk menarik uang simpanan mereka.

IMF pun maju menusuk lebih jauh jantung Soeharto.Seakan tidak ada satu pun tokoh yang mengingatkan Soeharto untuk menolak IMF, termasuk Widjojo, Emil Salim dll Mafia Berkeley. Bahkan,pinjaman yang ditawarkan ASEAN pun sempat ditolak, termasuk ditolaknya tawaran Steve Hanke dengan pendekatan CBS-nya atau Currency Board System, yang pernah berhasil untuk situasi yang mirip di Argentina pada krusus 1991. Akhirnya Soeharto bertekuk lutut di depan Direktur Eksekutif IMF Camdesus yang menyodorkan Letter of Intents, sebuah jebakan yang berakhir pada perampokan kekayaan RI dan upaya melahirkan Konglomerat Hitam para Mafia Cina Indonesia.

Saat Habibie menjabat Presiden,beliau tunai mengucurkan 210 trilyun Rupiah kepada para Taipan dibelakang bank-bank yang collapse.Begitu juga saat Presiden Gus Dur 460 trilyun berupa Surat Tanda Hutang. Saat Megawati, Presiden SBY(Susilo Bambang Yudoyono) dan Joko Oei 60an Trilyun tiap tahun sejak 2003 berupa bunga Hutang sampai hari ini hingga 2033.

Soeharto jatuh. Clinton dan AS berhasil.Mafia-Mafia Cina juga berjaya.Dan mereka tidak berhenti di situ.UUD(UndangUndang Dasar) 1945 mereka ganti dengan yang PALSU lewat Amandemen.Dengan bantuan Tokoh-tokoh Pengkhianat Negara.

Dengan bantuan Pengkhianat-pengkhianat Domestik pula melahirkan Joko Oei bersama Xong Wansie alias Ahok.Bersama-sama para Pengkhianat Domestik pula, mereka mahu menghancurkan NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesia)dan menjadikannya Tanah Jajahan RRChinaKomunis, seperti telah terjadi di Singapura dan Timor Leste. Sekarang dengan dalih Presidential Threshold ,mahu berlanjut dua periode untuk melengkapi hilangnya peta bumi NKRI.

Era Hutang Luar Negeri yang dimulai Soeharto dan para Mafia Berkeley memang harus diakhiri.Dari Regim Devisa Bebas sampai kebijakan Expor-Impor memang sudah salah. Demikian pula Pendidikan dan Pengembangan Iptek kita memang sontoloyo.Sebagai akibatnya Negara yang kaya Sumberdaya Alam ini,Rakyat Indonesia hanya bisa menikmati singkong bakar, umbi-umbian rebus dan pisang goreng.Bisa bikin pesawat terbang, tapi tidak laku.
<img src="The Lippo Way! James Riyadi.jpg" alt=" The Lippo Way! James Riyadi & Taipan Mafia Work Together to Drop Soeharto ">
 Pada Kongres Nasional Golput yang berlangsung di sebuah hotel di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta,Sri Bintang Pamungkas ditahan Jumat sore(08 May2009) Kongres dibubarkan sejumlah aparat Poltabes Yogyakarta.



Neraca Pembayaran kita kacau.Era minyak dan mineral kita dihabisi oleh para Pengkhianat macam Purnomo Yusgiantoro dan Archandra,dan ribuan pengkhianat lain.Hutan kayu kita juga habis.Selama import barang dan jasa/perkhidmatan tidak dibenahi, selama itu pula Rupiah akan tergerus dan krisis moneter akan membayang. Maka Hutang Luar Negeri akan terus membengkak.Sri Mulyani akhirnya hanya bisa omong kosong dengan mengatakan seharusnya pembangunan dibiayai oleh pajak, bukan oleh hutang.

Tetapi, manakala Belanja Negara(BudgetNegara) dan Neraca Pembayaran mengalami defisit, Si Sri Mulyani tidak punya alternatif lain kecuali berhutang lagi! Dia tidak berani melawan Mafia Cina-CinaTaipan yang ngemplang(merompak) pajak sampai 500 trilyun tiap tahun selama 3 tahun terakhir. Padahal mereka mampu membangun Projek Reklamasi 17 Pulau dan Kota China Meikarta. Lalu Sri Mulyani memilih pajak recehan dari Petani Tebu miskin untuk bayar PPN.

Hutang Luar Negeri Indonesia diperkirakan sudah mencapai sekitar USD 350 bilion atau sekitar 4.000 trilyun Rupiah. Dari jumlah itu yang bakal jatuh tempo dan dibayarkan keluar negeri pada 2018 ada sekitar USD 60-70 bilion atau 800-1000 trilyun. Maka seperti terjadi persis pada 20 tahun yang lalu, segera ini akan terjadi Krisis Moneter baru di Indonesia.

Akibatnya akan mirip seperti 20 tahun yang lalu.Tapi,mudah-mudahan rakyat Indonesia sudah berpengalaman untuk tidak mengulang kembali kesalahan yang sama.

Krisis Moneter 2017-18 ini lebih alamiah dibanding yang pertama dulu.Biarkan Joko Oei jatuh,seperti Soeharto. juga Jeka! UUD 45 Asli harus diberlakukan kembali, yaitu lewat Ketetapan MPR. Segera dibentuk Pemerintah Transisi.

Kali ini jangan biarkan Cina-cina menikmati apa pun! Kalaulah mereka lari ke luar negeri,biarkan saja. Kekayaan mereka akan dibekukan,dan cabut Pasport mereka.Kalau mereka mahu masuk RI lagi,selain membawa pulang wang yang mereka bawa lari,juga harus mengulang kembali proses kewarganegaraan mereka.

Banyak hal harus diperbaiki.Tapi harus percaya juga,bahwa kita masih punya banyak orang pandai dan loyal(setia) sebagai negarawan sejati.Orang-orang dan politisi gombal pada era Orde Baru tidak perlu lagi dipakai!
(Courtesy to Resources)

Share this: