The Lippo Way !By John,Case of University Pelita Harapan[5]

The Lippo Way !By John,Case of University Pelita Harapan[5]



<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John,Case of University Pelita Harapan[5] ">

Teknik Pengambil Alihan Paksa lainnya

Ada teknik lain yang katanya menjadi favorite Lippo dalam pengambilan paksa perusahaan. Sayang saya tidak dapat mengkonfirmasi perusahaan apa saja yang jadi korban. Walaupun begitu, banyak yang menceritakan kisah ini. Maka itu saya masukan sebagai satu referensi.

Anggaplah Mr.X seorang pebisnis yang ingin membesarkan usahanya, dan dia melakukan perjanjian pendanaan dengan keluarga Riady.James akan memaksa Anda untuk kerja keras membesarkan terus usaha anda yang sebagai akibatnya adalah perlunya modal semakin besar.

Pada saat keperluan modal itu muncul,kedua belah pihak harus melakukan setor(invest)modal.Saat itu Anda tidak akan punya wang dan terpaksa menjual saham Anda padanya. Makin lama saham Anda akan makin sedikit hingga akhirnya sangat sedikit dan Anda ditendang keluar, kemudian saham Anda akan dibeli harga murah.

BACA JUGA

The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[1]
The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2]
The Lippo Way! By John,The Case of Kemang Village[3]
The Lippo Way !By John,Case of Matahari Department Store

<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John,Case of University Pelita Harapan[5] ">
 Sang pendiri,Yayasan Pelita Harapan pendiri dan Rektor pertama Universitas Pelita Harapan Dr (HC) Johannes Oentoro, Ph.D. meninggal dunia pada Rabu,27 April 2011 setelah berjuang dengan stroke dan kanser pankreas selama beberapa tahun

JR : "Saya mahu ekspansi lagi. Kali ini kita perlu modal 10M. Kamu sanggup setor berapa"?

Anda : "Saya Cuma punya 1 M hasil dari deviden kemarin"

JR :"Tidak apa. Sisanya saya beli dari saham kamu",
Berikutnya;

JR : "kita perlu setor modal lagi nih. Punya uang tak?"
Anda : "belum nih"

JR : "Ya sudah, saya beli saham Anda lagi untuk tutupi kekurangan modal"
Hingga akhirnya saham Anda tinggal sedikit. Diadakanlah RUPS untuk mengganti Anda dengan orangnya dia.

Kemudian perusahaan dipaksa bagi deviden untuk menebus modal yang kemarin dia keluarkan. Saat perusahaan makin sekarat dia akan paksa anda lepas saham Anda dengan harga murah padanya.

Untuk mengatasi tekhnik ini, kita harus memaksa JR bersedia mempertahankan porsi saham kita seiring pertumbuhan. Dia akan menjamin ketersediaan modal,sementara kita adalah tenaga ahlinya. Inilah yang dilakukan oleh Johanes Oentoro (JO),sipendiri UPH (Universitas Pelita Harapan).

JO : "Pak James, ok saya bersedia mengembangkan bisnis ini dengan Anda. Anda sebagai pemodal dan saya sebagai expert.Tapi saya tidak mahu saham saya terus berkurang. Saya mahu saham saya dipertahankan terus 30%, tidak perduli berapapun modal yang anda suntikan nantinya".

JR : "Wah mana bisa begitu. Tidak fair dong"

JO : "Makanya, ekspansi kita harus benar kita fikirkan dengan cermat. Kalau Anda tidak setuju tidak apa, anda bisa cari yang lain".

JR : "Ya ya ya, tak apa. Biasanya saya tidak akan mahu deal tidak fair seperti ini. Tapi kerana ini adalah Pak Johannes saya ok. Tapi ingat ya ini hanya dengan Anda saja".

Johannes Oentoro merasa pintar berhasil menaklukan seorang James Riady. Tapi sayangnya dia puas terlalu cepat. Dia lupa kata pepatah yang mengatakan "bahwa tidak ada satupun perjanjian yang dapat melindungi Anda dari orang yang berniat mencurangi anda".
Saat bisnis UPH menjadi sangat besar dan JR memiliki semua ilmu yang dia perlukan untuk menjalankan bisnis ini sendiri, JO dilenyapkan dan sahamnya diambil alih dari keluarganya.

Kisah Johannes Oentoro sungguh tragis.Dia adalah seorang akademik yang memiliki talenta dibidang manajemen dan merupakan pendiri
Universitas Pelita Harapan(UPH).  

Beliau adalah satu dari sedikit orang yang berhasil bernegosiasi dengan James Riady dan mendapat deal yang bagus, yaitu sahamnya sebesar 30% di UPH tetap dipertahankan sampai selamanya, tidak peduli berapapun investasi yang diinject Lippo nantinya.

Saat UPH jadi besar, James Riyadi tidak rela dan mengirimkan pembunuh gelap untuk menghabisinya.

Selepas kepergian Johannes, saham UPH konon dibeli murah dari keluarganya. Konon, di surat perjanjian antara JR dan JO, ditulis pasal ketentuan, bahwa jika salah satu pihak meninggal dunia, maka sahamnya harus dijual ke pihak lainnya.
Tentang bagaimana caranya, Anda akan tahu nanti. Maka itu, selalu ingat untuk tidak pernah lengah.!
TO BE CONTINUED....

Share this: