The Lippo Way !By John,Case of Matahari Department Store

The Lippo Way !By John,Case of Matahari Department Store


<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John,Case of Matahari Department Store ">
The Lippo Way !By John
"Isnin sampai Juma'at Bohongi Orang
Sabtu Minggu Bohongi TUHAN".
Kisah benar tentang Mochtar Riady, James Riady(anak) dan Lippo Group ini semakin seru,kerana beberapa mangsa yang akan menjadi targetnya bukanlah perusahaan kecil,tapi perusahan yang telah maju berkembang Berikut ini saya tuliskan bagaimana James Riady bisa merampas Matahari Department Store.
Sebaiknya sebelum Anda lanjutkan,baca dulu thread yang barkaitan:

The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[1]

The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2]

The Lippo Way! By John,The Case of Kemang Village[3]

<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John,Case of Matahari Department Store ">

Kasus Matahari Department Store

Sekarang, mari kita bahas pencapaian terbesar Lippo Group.“Perampasan Matahari Putra Prima”

Kenapa saya sebut pencapaian terbesar? Kerana saat buku ini ditulis, 80% penghasilan resmi grup ini adalah dari Matahari Putra Prima yang dirampasnya dari Pak Hari Darmawan.

Pada tahun 1990an, bisnis Department Store yang dirintis pak Hari Darmawan telah tumbuh sebagai Toko Retail pakaian terbesar di Indonesia.

Seperti yang pernah saya sebutkan di bab 1 buku ini tentang bagaimana bank Lippo menjebak nasabahnya,maka Matahari Department Store segera masuk kedalam radar pemangsa dari Lippo.

Beruntung bagi Hari Darmawan. Dia telah membangun bisnisnya sedemikian rupa hingga sulit untuk diambil paksa dengan cara‐cara kuno.

Tapi Pak Hari memiliki beberapa kelemahan

1. Dia dan keluarga Riady bersahabat baik,bahkan sama‐sama satu Gereja dalam Jemaat Stephen Tong
2. Dia merasa berhutang budi pada Mochtar Riady,kerana pernah mendapat bantuan pendanaan diawal kariernya untuk mengembangkan Matahari Departement Store
3. Dia sangat mengaggumi Mochtar Riady sebagai pebisnis genius,

Maka itu James merancang suatu jebakan

1. Dia terus memuja muji kehebatan Matahari Putra Prima dan membuat Hari Darmawan menjadi besar kepala.

2. Dia memanfaatkan kepemilikannya atas Bank Lippo dan persahabatannya pada Pak Hari, untuk menyatakan dukungannya pada pertumbuhan grup Matahari.

Singkat cerita, Matahari grup berekspansi besar-besaran dengan dukungan kucuran dana massive dari Lippo.Kesempatan itu datang, saat James mendapat bocoran dari mata‐mata nya di Bursa Efek Jakarta, yang mengatakan bahwa Matahari Putra Prima berencana melakukan 'right issue' untuk menutup hutang‐hutangnya yang membengkak kerana membuka terlalu banyak toko di seluruh Indonesia.

Berita ini di konfirmasi juga oleh Roy Tirtaji dari Lippo Bank yang ditugasi khusus memata‐matai Matahari.

Konon, James segera menyuap banyak Bank dan Investment Bank untuk menjegal langkah 'right issue' dari Matahari.

Pertama, dia menghancurkan harga saham Matahari melalui 'short sell' di pasaran saham secara massive.

Kedua,dia menyuap banker untuk mencekik aliran pinjaman pada Matahari.

Yang ketiga, adalah dengan menyebar isu kebangkrutan dan kerugian dari Matahari untuk menakuti mereka yang berminat membeli saham Matahari.


Hasilnya tepat seperti yang James inginkan.Pak Hari Darmawan segera saja tercekik hutang.Kemanapun dia minta tolong tidak ada yang bersedia memberinya bantuan.

Saat Pak Hari Darmawan mencoba bertahan,tiba‐tiba istrinya katanya sakit keras hingga menguras perhatiannya.Pak Hari jadi semakin tertekan dan stress.

Hingga akhirnya dia meminta tolong pada James. James yang cerdik bersedia membeli Matahari Departemen Store. Tapi dia tidak membayarnya dengan wang melainkan dengan dengan saham‐saham perusahaannya yang lain.

JR : "Pak Hari, you tidak usah khawatir. You fokus saja pada urusan keluarga. Biar bisnis ini saya yang urus.You duduk tenang dan terima deviden yang jadi bagian you".

Kepada James yang tampak mulia itu, yang rajin ke Gereja itu, anak dari bankir legendaris Mochtar Riady itu dan dijuluki sebagai pebisnis muda berbakat itu,Pak Hari Darmawan menyerahkan Matahari Putra Prima untuk ditukar dengan tumpukan saham milik Grup Lippo yang sudah digorengnya setinggi langit.

Dan seperti yang sudah bisa ditebak.Pak Hari kehilangan segalanya, kerana saham yang dimiliki pak Hari besoknya langsung terjun bebas tidak bernilai. Pak Hari yang kelilit hutang terpaksa menjualnya dengan harga murah, dan dengan senang hati dibeli kembali oleh James.

Kasus ini sempat heboh di akhir 90an, namun berita ini terkubur oleh berita Krisis Ekonomi yang melanda Indonesia. Konon Pak Hari Darmawan sempat menantang James berkelahi, tapi dilerai oleh pendeta Stephen Tong.

Kisah ini cukup terkenal dikalangan pengusaha waktu itu,dan dapat di konfirmasi ke banyak sumber.

Sayangnya saya tidak bisa menemui pak Hari untuk mengkonfirmasi kisah itu. Walaupun mungkin saya ragu beliau mahu bicara.Kerana satu dua hal,yang konon salah satunya adalah kerana beliau sudah mempasrahkan dirinya pada Tuhan.
Jika saja Pak Hari baca artikel ini, saya dengan tulus mengucapkan prihatin.

TO BE CONTINUED....

Share this: