The Lippo Way !By John[9]Big TV & Astro Malaysia Case

The Lippo Way !By John[9]Big TV & Astro Malaysia Case


<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John[9]Big TV & Astro Malaysia Case ">
Alhamdulillah,artikel tentang Lippo Group ini mendapat respon dari pembaca,pengunjung mancanegara seperti dari USA,Australia,United Kingdom,Poland,Portugal,India,dan sudah pasti juga dari Singapore,Malaysia dan Indonesia tentunya.

Bagi Anda yang telah membaca thread sebelum ini yang terdiri dari 8 bagian,Anda bisa membaca bagaimana konglomerat
Mochtar Riady dan James Riady(anak)ini begitu tamak haloba,malah rakus sekali untuk menguasai semua jenis bisnis yang bisa dibangun di Indonesia dan negara lain.

Misalnya untuk membangun bisni property,Lippo Group perlu ada kawasan lahan untuk membangunnya ,maka dengan taktik jahat bertopengkan "anak yang saleh taat ke gereja",mereka berhasil merampas secara halus tapi dengan permainan kotor lagi bejat lahan
tanah yang luas di kawasan
Kemang Village,yang dimiliki Ibu Maria Korompis( baca; The Lippo Way! By John,The Case of Kemang Village[3])



Lippo Grup bukan saja berambisi di bidang property seperti pembangun kota raksasa di Jawa Barat yang dinamakan Meikarta
Baca;
Misteri Di Balik Kota Raksasa Meikarta "NEGARA DALAM NEGARA"

Hingga bisnis Mall dan Hypermarket semisal Matahari Department Store,
Hypermart vs Carefour,

Ranah bisnis Pendidikan via Case of University Pelita Harapan[5]
Bisnis garment via Great River Garment Case
,
Bisnis Hosptality & Kesehatan via
Siloam Hospital

Taktik dan modus operandi yang digunakan Lippo Group pelbagai cara ada Cara Teknik Pengambil Alihan Paksa,Manipulasi Saham,Serangan Gelap yang akhirnya menghabisi nyawa target mangsanya.
<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John[9]Big TV & Astro Malaysia Case ">


Big TV & Astro Malaysia

Kasus yang mirip dialami juga oleh Ananda Krisnan,pemilik Astro dari Malaysia.

Konon kisah ini berawal dari kalahnya KableVision milik Lippo saat bersaing dengan Indovision. Keunggulan Indovision adalah kemudahan pemasangannya. Indovision tidak memerlukan jaringan kabel optik yang mahal seperti yang dimiliki Kablevision. Cukup pasang antena dan langsung pelanggan bisa nonton.

Belajar dari kekalahan ini, JR berfikir untuk mencoba model bisnis yang mirip dengan Indovision. Kerana tidak adanya pengalaman, maka digandenglah Astro dari Malaysia.

Akhir ceritanya bisa ditebak.Yaitu setelah Lippo menguasai ilmu yang dia perlukan maka dimulailah dilakukan sabotase,dengan tujuan untuk memutuskan kontrak dengan Astro.

Tapi kerana kali ini lawannya adalah Ananda Krisnan yang merupakan orang terkaya di Malaysia, maka perlawanannya pun sengit. Astro konon hampir berhasil mengalahkan Lippo.

Orang‐orang banyak yang berspekulasi kalau Lippo terkena batunya sekarang.Tapi yang terjadi tidak seperti itu.Justru setelah bersitegang dengan Lippo, Ananda Krisnan semakin menurun, dan kini dia menghilang entah kemana.Bagaimana bisa?
Tentunya pembaca masih ingat, kalau James Riyadi(JR) mampu melakukan hal yang bahkan tidak mampu orang bayangkan.Konon,JR mengirimkan pembunuh gelap untuk menghabisi Ananda Krisnan.

Berita terakhir yang saya dengar, Ananda melarikan diri ke Perancis. Semenjak itu dia tidak terdengar lagi khabarnya. Pada waktu saya bertandang ke Malaysia untuk mencari dia.Tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya.

BAB 5

Muka Tebal

Saat orang kebanyakan memikirkan reputasi dalam dunia bisnis. Tidak demikian dengan Lippo. Jika momentum itu muncul, dan dia yakin kalau momentum itu mungkin tidak terulang lagi, JR tidak akan segan‐segan mengabaikan etika dan bertindak vulgar.

Gereja Stephen Tong
Pada suatu ketika JR dipanggil oleh Stephen Tong dandimarahi. Alasannya adalah karena adanya laporan bahwa Lippo telah mengklaim bahwa Katedral Messias,yang merupakan gereja besar di Kemayoran yang menjadi pusat Gereja Reformed Injili dibangun atas sumbangan 100% dari Lippo.

Padahal bangunan megah itu dibangun atas prakarsa banyak sekali orang. Lippo bahkan bukan penyumbang terbesarnya.

Lebih parah lagi, JR telah menyebar luaskan berita ini diberbagai media di Amerika dan Australia yang akhirnya berhasil mengangkat namanya dan Lippo.JR berusaha keras berkelit dan membantah. Dia bahkan rela bersumpah.

Konon, sepulangnya dari pertemuan dengan Pak Tong(panggilan pendeta Stephen Tong), JR segera memerintahkan untuk membeli semua media yang memberitakan dirinya sebagai sponsor utama dari Katedral Messias. Setelah itu dia menutup operasi media itu setelah memusnahakan bukti beritanya.

BAB 6

MANIPULASI SAHAM
Sampai saat buku ini ditulis, sebagian besar konglomerat yang saya temui bermimpi untuk menemukan satu bisnis istimewa yang bisa mereka bawa ke public untuk mengeruk wang banyak. Setelah itu mereka akan keruk
lebih banyak wang lagi melalui manipulasi saham atau temukan bisnis baru untuk mereka bawa ke public lagi.
Dalam hal manipulasi saham ini, tidak ada yang lebih ahli daripada Lippo (untuk Indonesia).

Ada 5 tahap dalam memanipulasi saham ini :

1. Pertama adalah menciptakan isu. Kalau perlu
manipulasi pembukuan.
2. Menggoreng Isu
3. Menggoreng harga saham dengan menyuap para
broker
4. Menjual saat tinggi
5. Saat harga jatuh beli kembali

Multipolar

Beberapa tahun lalu, Multipolar dengan kode saham MLPL ini sempat mengguncang bursa dengan gonjang-ganjing harga saham. Dari saham mati yang di pajang pada nilai 200 rupiah, melompat ke angka 1000,kemudian kini kembali ke angka 200an lagi.

Permainan ini bisa ditilik ke tahun 2013, dimana MLPL tiba‐tiba mengumumkan berbagai aksi korporasi dan membukukan keuntungan yang sangat besar.

Pada saat yang bersamaan terdengar kabar bahwa banyak investor asing berbondong‐bondong memborong saham ini.

Harga segera meroket. Dari mulai 200an, naik ke 500an.Para Spekulan lokal mulai terpancing untuk ikut. Tapi mereka yang berpengalaman cenderung curiga dan menahan diri.

Tapi harga terus naik sampai ke 700. Pemain ada yang ambil untung, ada yang melipat gandakan taruhannya.Mereka yang tadinya bertahan mulai banyak yang menyesal dan mulai menginvestasikan uang mereka.

Angka terus naik ke level 800. Orang mulai yakin bahwa ini sungguhan dan mulai merasa aman dengan investasi mereka. Bagi mereka yang sempat take profit dengan menjual saham mereka di angka 700 mulai menyesal,dan banyak yang kembali melakukan pembelian saham,bahkan mereka berani menggunakan margin trading(pinjam uang untuk beli saham)
Harga sempat turun lagi ke level 400 dan membuat para investor ketakutan. Tapi kemudian melompat lagi sampai menyentuh level 1000. Para investor bersorak-sorai.

Tapi kemudian saham mulai menunjukan pelemahan.Tapi itu tidak masalah, karena memang pasar saham selalu naik turun. Esoknya naik lagi dan para investor kembali bergembira.

Yang terjadi kemudian, harga terus turun. Walaupun diiringi kenaikan sedikit, tapi lebih banyak turunnya.Pada posisi yang menukik turun ini, mereka yang bertransaksi menggunakan margin, mengalami apa yang disebut margin call dan dipaksa jual oleh brokernya.

Akibatnya, harga menukik makin cepat dan tajam.Memasuki awal pertengahan 2015, harga sempat menyentuh level 200an, tapi kemudian naik lagi ke
500an. Pada saat buku ini dibuat, harga MLPL terpacak di level awalnya.Yaitu 200an.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Pertama, pada tahun 2013, Lippo (LP) melakukan aksi korporasi dengan melaporkan keuntungan besar melalui penjualan aset mereka. penjualan ini rencananya akan digunakan untuk aksi korporasi lebih besar yang perkiraannya berpotensi menikngkatkan ukuran perusahaan sampai 10 kali lipat.

Berita diatas, digoreng oleh beberapa kantor berita dan gosip-gosip yang sudah disuap oleh LP. Didukung oleh puluhan broker saham (BS) yang disuap untuk membeli saham MLPL.
Kesepakatannya biasanya seperti ini :

JR : "Kalian akan saya kasih loan untuk beli saham MLPL
itu sendiri. Jika harga naik, kalian bisa kembalikan uang
saya berikut bunganya. Kalau harga turun dan jatuh,
saham MLPL kalian saya sita".


BS : "OK, ga ada resikonya".

Praktek ini terus dilakukan sampai beberapa bulan.Tujuannya supaya investor percaya dan berani bertaruh besar pada MLPL. Dan ini tampaknya terbayar, dengan saham MLPL yang melompat ke 800 rupiah di triwulan pertama 2013.

Mencapai angka ini, JR yang sudah untung besar melakukan penjualan besar‐besaran atas saham miliknya yang disamarkan dalam nama‐nama palsu yang tersebar di berbagai broker di seluruh dunia.

Hargapun jatuh kelevel 400. Pada tahap ini, modal JR untuk goreng saham
sudah kembali dan memperoleh untung besar.Keuntungan yang diperoleh ini, kembali diinvestasikannya untuk membeli saham dengan harga murah, aksi korporasi megah dan menggoreng berita.

Pada saat itu, berita yang digoreng adalah kerjasama mereka dengan Mitsui sebuah perusahaan Zaibatsu Jepang yang terkenal konservatif untuk membangun data center.

Harga langsung melonjak signifikan sampai ke level 700 dalam waktu singkat. Angka ini digoreng terus sampai mencapai 1100.Begitu angka menyentuh 1100, JR langsung memerintahkan menjual semua saham yang dia kumpulkan di harga 400 secara besar‐besaran.Sahampun jatuh ke level 200an. Level di awal 2013.

Banyak investor yang berinvestasi dengan margin mengalami kerugian besar dan bangkrut. Konon ada yang sampai bunuh diri.
Pada level 200an ini, JR melalui account‐account fiktif miliknya kembali memerintahkan melakukan pembelian secara bertahap. Sambil menunggu momentum besar berikutnya.

Aksi macam ini, jika terjadi di Amerika, akan langsung masuk pengawasan SEC(Securities and Exchange Commission).Di Indonesia sebenarnya ada
BEI(
Bursa Efek Indonesia)dan OJK(Otoritas Jasa/Khidmat Keqangan).Tapi LIPPO selalu lolos dengan gemilang berkat koneksinya yang baik.
 
TO BE CONTINUED....

Share this: