The Lippo Way ! By John[8]Hypermart vs Carefour

The Lippo Way ! By John[8]Hypermart vs Carefour



<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John[8]Hypermart vs Carefour ">

Hypermart vs Carefour

Mungkin masih segar di ingatan kita, kalau di pertengahan tahun 2000an, banyak gerai Carefour ditutup dan berganti menjadi Hypermart,sebelum akhirnya berubah menjadi Carefour kembali.

Usut punya usut, rupanya ini disebabkan Lippo ingin mengembangkan Hypermart miliknya di lokasi menguntungkan yang sudah jelas pangsa pasarnya dan jelas untungnya.Dan lokasi itu jelas adalah lokasi milik Carefour.

Untuk menjalankan aksinya,Lippo dengan seenaknya menutup Carefour(CF) yang beroperasi di jaringan Mall,milik Lippo (LP)

LP : "Mulai bulan depan, kontrak kalian tidak bisadiperpanjang lagi".

CF : "Mana boleh begitu, kontrak kita adalah 10 tahun. Ini
baru berjalan 5 tahun. Masih ada 5 tahun lagi"


LP : "Maaf, kami tidak pernah merasa menanda tangani kontrak apapun dengan kalian. Itu adalah kontrak kalian dengan pemilik lama. Kami adalah pemilik baru. Kontrak tidak berlaku"

CF : "Pak, Anda ini ngerti hukum dan punya etika bisnis tidak "? Di negara maju, kalau anda beli satu property atau perusahaan, semua kontrak yang dibuat perusahaan itu, baik oleh pemilik lama atau baru harus dihormati"

LP : "Maaf pak, ini Indonesia. kalau anda merasa benar, silahkan tuntut kami"
Setelah itu, pintu masuk Carefour di segel,elektrik dimatikan, jalan ditutup, dan semua barang‐barangnya dikeluarkan dan ditelantarkan begitu saja.


Carefour menerima tantangan Lippo dan langsung menuntutnya ke pengadilan. Tapi mereka kalah. Kekalahan ini membuat Carefour yakin, kalau dia tidak lagi bisa berbisnis di Indonesia.

Coba bayangkan, kita yang memilih lokasi, melakukan promosi, dan merintis ini itu dari nol. Pada saat sudah maju, dengan seenaknya kita diusir dan hasil kerja kita diteruskan orang lain.

Salah satu pegawai tinggi Carefour di masa itu yang sempat saya wawancarai menceritakan lebih jauh pada saya, kalau Lippo sudah membeli Aparat Polisi, DPR, OJK, BPK,Kehakiman, bahkan Tentara.

Pada kesempatan itu, pegawai Carefour itu sempat mengungkapkan amarahnya :

“Sudahlah, negara ini tidak punya masa depan. Negara para bangsat! Cuma bangsat yang bisa hidup disini! “
Sebagai akibat dari peristiwa itu, diumumkanlah kalau Carefour akan menjual Carefour Indonesia. Para konglomerat berlomba‐lomba melakukan penawaran, dan pemenangnya adalah Chairul Tanjung dengan Transcorp miliknya.
BACA JUGA

The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[1]
The Lippo Way !By John[6]"Super Mall Karawaci"
The Lippo Way !By John[7]Great River Garment Case


BAB 4; Mencuri Ilmu

Intinya adalah, jika JR menginginkan membuka satu bidang bisnis baru yang menurutnya menguntungkan tapi dia awam sekali terhadap bisnis itu, dia akan mengajak bekerja sama seseorang yang menurutnya ahli/pakar.

Orang yang pakar ini, akan dia paksa bekerja melebihi kemampuannya. Otomatis orang ini akan mengerahkan segala kemampuannya yang terbaik. Setelah semua ilmu dia dapat, tenaga pakar itu akan dengan mudah ditendang keluar, atau dihabisi.

Contoh paling bagus dari cara ini adalah apa yang terjadi pada Johannes Oentoro dan UPH miliknya, yang sudah dibahas sebelumnya. Ada juga cara melalui pinjaman bank, yang juga sudah dibahas sebelumnya.
Tapi tentunya masih banyak contoh kasus lain yang bisa jadi bahan pembelajaran.
<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John[8]Hypermart vs Carefour ">




Siloam Hospital

Untuk mendirikan Hospital ini, Lippo menggandeng Gleneagles Hospital dari Singapore.Seperti biasa, diawal kerja sama semua berjalan lancar. Sampai pada suatu waktu, dimana Lippo sudah menguasai semua ilmu yang dia perlukan untuk mengelola hospital ini, maka mulailah Lippo dan komplotannya mencari‐cari kesalahan Gleneagles.

Melalui kesalahan‐kesalahan yang dicari‐cari ini, Lippo dan komplotannya mengajukan komplain, menuntut macam‐macam, dan akhirnya menolak membayar kewajibannya pada Gleneagles.

Untuk mencari‐cari kesalahan ini, Lippo tidak segan‐segan menyuruh anak buahnya melakukan sabotase sadis yang konon menyebabkan pasien meninggal.

Dengan jatuhnya korban ini, maka makin kuat alasan Lippo untuk perkarakan Gleneagles.Semakin hari makin banyak saja hal yang dipermasalahkan.

Masalah inipun akhirnya dibawa ke Mahkamah Internasional Singapore, dan berhasil dimenangkan oleh Lippo.Kok bisa? Tentu bisa, kerana Lippo sudah sejak awal mempersiapkan dirinya untuk bersengketa dengan Anda di Singapore, bahkan sebelum perjanjian itu ditanda tangani.

Dengan kata lain, saat Lippo menanda tangani perjanjian dengan Anda, dia sudah siap untuk bertarung dengan Anda di Singapore dan memastikan dirinya menang. Dia sudah mempersiapkan celah hukum yang tersembunyi dalam kata‐kata halus dalam surat perjanjian yang Anda tanda tangani.

Dia sudah persiapkan pengacara untuk melawan anda di Singapore. Dia sudah mengalokasikan sejumlah wang untuk sengketa ini. Dia juga senantiasa melengkapi dirinya dengan bukti‐bukti yang menguatkan posisinya untuk menang melawan Anda di pengadilan.

Hypermart

Sukses besar Walmart yang berhasil membawa Sam Walton menjadi orang terkaya di dunia, mengusik jiwa serakah dari Lippo.Mereka berfikir,Indonesia yang penduduknya 200 juta lebih ini tentunya adalah potensi yang bagus untuk mengembangkan bisnis tiruannya.

Namun, kerana Lippo tidak tahu bagaimana mengelola sebuah Hypermarket dengan ratusan ribu item, diapun mengambil franchise dari Walmart. Dengan mengandalkan reputasinya sebagai konglomerat, pemilik bank, pengembang property besar di Indonesia, dan koneksinya dengan Presiden Bill Clinton, Lippo berhasi memperoleh lisensi dari Walmart, dengan janji akan membuka gerai Walmart sebanyak‐banyaknya di Indonesia.

Cabang pertama segera di buka di Lippo Karawaci.Tapi hanya sebatas itu. Walmart pusat konon sempat protes keras dan meminta Lippo memenuhi janjinya dalam membuka cabang, namun ditolak Lippo secara halus dengan berbagai macam-dalih. Seperti keadaan ekonomi yang belum baik, ataupun aturan pemerintah yang belum mengakomodir adanya sebuah Hyper Market.

Diam‐diam Lippo memanggil banyak konsultan ahli dan menyuruh mereka untuk membuat tiruan dari Walmart dan menamainya Hypermart.Sementara itu, Walmart tidak lagi bisa dibohongi.Kerana saat yang bersamaan, Carefour Indonesia sedang tumbuh pesat dan membukukan penjualan yang tinggi.

Walmart kembali mendesak Lippo untuk membuka cabang. Tapi kali ini kerana ilmunya sudah dia kuasai,maka Lippo sengaja mengajak ribut Walmart, dengan mencari‐cari alasan untuk memutuskan hubungan bisnis dengan sah. Seperti kasus Gleneagles yang dibahas sebelumnya, Lippo sudah sangat siap untuk berperkara di pengadilan.Konon mereka menang mudah, dan semenjak itu nama Hypermart berkibar sebagai pesaing utama Carefour.
TO BE CONTINUED....

Share this: